Jurnalmediapublik.com, Musi Rawas Utara – Gerakan pangan murah(GPM) terpadu di laksanakan di Kantor Desa lawang agung kec Rupit berjalan sukses dan di terimah warga degan antusias. Kegiatan di laksanakan pada hari Rabu 11/2/2026.

Gerakan ini di hadiri Dari dinas ketahanan pangan yang membawah 5 ton Beras dan minyak Kita sebanya 1 ton.
Sedangkan prindakom 2 ton beras dan satuton minyak.
Hadir juga perwakilan Dari Bulok,Capil,dinkes,bapeda,bagian Sekda bidang ekonomi dan badan pusat statistik.
Sedangkan dinas ketahanan pangan menyampaikan: Kami Dinas Ketahanan Pangan Muratara menunjukkan komitmennya dalam menjaga keterjangkauan pangan melalui gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Senin (11/2/2026). Dalam kolaborasi strategis bersama Perum BULOG, pemerintah menyalurkan 5 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk membantu masyarakat mendapatkan komoditas pokok di bawah harga pasar.
Dengan hadir nya GPM ini Kita bisa lihat Masyarakat setempat menunjukkan antusiasme yang tinggi sejak dimulainya kegiatan pada pagi hari. Daya tarik utama dalam GPM kali ini adalah harga beras SPHP yang dipatok senilai Rp 57.500 per karung kemasan 5 kilogram. Harga tersebut dinilai sangat membantu warga di tengah upaya pemerintah menstabilkan inflasi pangan di tingkat daerah.
Kehadiran 5 ton beras idari Ketahanan pangan ni menjadi solusi konkret bagi rumah tangga di Desa Lawang Agung untuk mengalokasikan anggaran belanja mereka ke kebutuhan pokok lainnya.
Dengan akses langsung ke produk BULOG, masyarakat mendapatkan jaminan kualitas beras medium yang layak konsumsi dengan harga yang telah disubsidi melalui skema stabilisasi pasokan.
Yusnadi Kedis Ketahanan pangan jugah membahkan ;
“Kerja sama antara Dinas Ketahanan Pangan dan BULOG ini bertujuan untuk memangkas harga jual sehingga terjangkau oleh warga. Fokus kami adalah memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan beras berkualitas dengan harga yang masuk akal,” tegas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, M. Yusnadi, S.IP.
Melalui keberlanjutan program GPM, pemerintah daerah berharap fluktuasi harga di pasar tradisional dapat lebih terkendali, sekaligus memastikan ketahanan pangan tingkat rumah tangga di wilayah Kecamatan Rupit tetap kokoh.
Kepala BPS Eko putra di kantor nya menyampaikan;
Di kegiatan ini kami ikut mengawasi mendata bagai mana situasi pasar kita,harga dan jangkauwan kemampuan masarakat juga kita data,harapan kami dengan ada nya kegiatan GPM terpadu ini bisa membantu meringan kan beban masarakat murtara ini, jelas Eko.
(Feri)







