Jurnalmediapublik.com, Tanggamus – Program Dana Yang dikucurkan oleh pemerintah pusat melalui kementrian pendidikan (kemendikbud) yang bertujuan agar meningkatkan kualitas dan kuantitas Pendidikan di sekolah yang bertujuan agar tercapainya Generasi masa depan bangsa yang mumpuni. Akan tetapi hal tersebut tak berlaku bagi Sutrisno Kepala sekolah SMK Negri 1 kota agung Barat, yang Diduga Dana BOS tahun anggaran 2024, disinyalir mark, up dan fiktip
Temuan tersebut bukan tak mendasar dari hasil penelusuran media dan keterangan dewan guru Saat dikonfitmasi media yang meminta nama nya untuk dirahasiakan Sabtu 17/01/2026 membenarkan dugaan penyimpangan dana tahun 2024 tempat nya mengabdi”awak mediapun menemui bendahara sekolah “ya bang untuk guru honor yang tadinya 70 orang tinggal 55 orang karena diterima PNS kalau untuk perawatan melakukan pengecatan dan mengganti plapon kalau untuk perpustakaan dan pojok baca dilakukan dikelas masing masing termasuk untuk kegiatan taman bermainya ucap bendahara sekolah SMKN kota agung barat menerangkan kepada awak media.
sumber lain nya serta data yang dihimpun awak media serta melakukan investigasi oknum kepala sekolah SMK Negri 1 Kota agung barat diduga kuat tindakan melawan hukum korupsi, anggaran biaya rehap ringan gedung kantor yang tidak di realisasikan dan sarana prasarana sebesar Rp 159,355,949 dan gaji guru honorer sebesar Rp 44,141,400 anggaran tersebut diduga Raib bak ditelan dan tak jelas kemana habis nya, dan apa kegunaan nya dibidang penerimaan pserta didik baru habiskan anggaran sebesar Rp 30,704,000,pelaksanaan kegiatan belajar dan bermain Rp 84,284,600 pelaksanaan kegiatan evaluasi /asesemen pembelajaran dan bermain Rp 317,966,300
Sedangkan Laporan pertanggung, jawaban (LPJ) serta data pendukung lainnya tertera bahwa seluruh Dana BOS pada anggaran tahun 2024 di sekolah menengah kejuruan (SMK) Negri 1 Kota agung barat medapat kan dana Bantuan operasional sekolah (BOS) sebesar Rp 1,2 Milyar lebih
Dengan dugaan temuan penyimpangan dan penggunaan anggaran yang diduga dilakukan oknum Kepala sekolah
SMKN 1 Kota agung Barat Sutrisno, pihak media akan melaporkan secara resmi ke APH.Ditempat terpisah Media mencoba mengonfirmasi bendahara BOS SMK Negri 1 kota agung barat, selasa 27/01/2026 melalui sambungan telefon seluler, namun bukan nya mendapat kan tanggapan, justru bendahara BOS SMK Negri 1 Kota agung Barat malah memblokir whatsapp Media, sampai berita ini ditayangkan pihak SMK Negri 1Kota agung Barat memilih bungkam. (Tim/Tomi Andri)







