Jurnalmediapublik.com, Musi Rawas Utara – Pemerintah Desa Sungai Baung, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), menggelar serangkaian kegiatan pembangunan dan sosial pada Selasa, 28 April 2026. Bertempat di Balai Desa, kegiatan ini dimulai dengan pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), dilanjutkan peletakan batu pertama (Titik 0) pembangunan siring, hingga penanaman jagung program ketahanan pangan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sungai Baung, Abdul Hallik, S.IP, dan dihadiri oleh Ketua BPD, Babinsa, Babinkantibmas, Kasi PMD Kecamatan Rawas Ulu (Munir), perangkat desa, serta masyarakat penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Abdul Hallik menyampaikan bahwa BLT DD tahun 2026 disalurkan untuk 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan yang diberikan mencakup periode bulan Januari, Februari, Maret, dan April.
“Kita serahkan BLT DD ini kepada 10 KPM untuk bulan 1 sampai 4 tahun 2026. Mohon agar bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga,” ujar Abdul Hallik.
Selain bantuan tunai, Pemerintah Desa juga membagikan bantuan bibit jagung program ketahanan pangan yang bersumber dari Anggaran Dana Desa. Total terdapat 30 kg bibit yang terdiri dari 10 kg jagung pakan dan 20 kg jagung manis, yang akan ditanam di lahan seluas dua hektar.
“Hari ini juga kita bagikan bibit jagung. Tolong ditanam dengan benar dan dikelola dengan baik agar hasilnya maksimal untuk mendukung ketahanan pangan desa kita,” pesan Kades.
Groundbreaking Siring Sepanjang 139 Meter
Usai pembagian BLT DD, kegiatan dilanjutkan dengan acara Titik 0 atau peletakan batu pertama pembangunan siring. Pembangunan ini direncanakan memiliki panjang 139 meter dan menjadi salah satu prioritas infrastruktur desa tahun ini.
Sementara itu, Ketua BPD dan Kasi PMD Kecamatan Rawas Ulu, Munir, dalam kesempatan tersebut mengingatkan agar seluruh bantuan yang diterima tidak disia-siakan.
“Manfaatkan apa yang sudah diberikan pemerintah dengan sebaik mungkin. Ini adalah bentuk perhatian dan kasih sayang pemerintah kepada warga,” tegas mereka.
Kegiatan ditutup dengan aksi bersama penanaman perdana bibit jagung di lahan pertanian desa. (Fery)







