Jurnalmediapublik.com, Musi Rawas Utara – Suasana duka menyelimuti warga Desa Sungai Baung, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Seorang anak bernama Asah (11) dilaporkan tenggelam di Sungai Rawas dan hingga kini belum berhasil ditemukan.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu berada di sekitar aliran sungai sebelum akhirnya hilang diduga terseret arus.
Hingga Jumat, 17 April 2026 pukul 11.22 WIB, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh warga bersama tim SAR. Namun, proses pencarian belum membuahkan hasil.
Kesulitan besar dihadapi tim di lapangan, terutama akibat kondisi air sungai yang sangat keruh. Situasi ini diduga kuat berkaitan dengan aktivitas penambangan emas ilegal yang marak terjadi di sekitar aliran Sungai Rawas.
“Sulit sekali mencari nya, kami melakukan penyelaman namun tidak dapat melihat apa-apa karena air ini terlalu keruh. Kita juga harus hati-hati karena takut terbentur kayu atau benda lainnya di dalam air,” ungkap salah satu warga yang menjadi sumber informasi, Jumat (17/4/2026).
Selain minimnya jarak pandang di dalam air, tim pencari juga harus mewaspadai berbagai potensi bahaya lain seperti tumpukan kayu dan puing yang berada di dasar sungai. Kondisi tersebut membuat proses pencarian berjalan lambat dan penuh kehati-hatian.
Meski demikian, upaya pencarian terus dilakukan dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Keluarga korban bersama warga setempat pun terus menanti kabar baik di tengah kecemasan yang masih menyelimuti.
Pihak berwenang diharapkan dapat memberikan perhatian serius terhadap dugaan aktivitas tambang ilegal yang dinilai turut memperparah kondisi sungai, sekaligus membahayakan keselamatan warga sekitar. (Feri)







