Jurnalmediapublik.com, Tanggamus – Pembangunan Dibidang wisata yang berlokasi di dusun 2 Blok 21, yang dikelola langsung oleh sukamto kakon Gisting permai yang dibangun menggunakan Anggaran Dan Desa Tahun 2021 dan 2022 diduga sarat korupsi. Dari hasil penelusuran media dilapangan dan informasi dari masyarakat, Salah seorang warga Pekon setempat yang meminta nama nya untuk dirahasiakan saat dikonfirmasi media selasa 20/01/2026 membenarkan terkait pembangunan objek wisata Dipekon Gisting Permai benar adanya, yaitu seperti 1 monumen icon Burung Garuda serta 1 icon monumen Gula Aren, dan pembuatan tempat untuk Bersantai yang dibuat dari bambu sebanya lima titik
Selanjutnya warga pekon Gisting permai menanyakan terkait anggaran Dana Desa tahun 2021 dengan Pagu Rp 812.503.000. Yang peruntukan nya Pengembangan objek wisata tingkat desa (Pengembangan Pariwisata tingkat Pekon) Rp 100.540.000.
Masyarakat mengata kan mengenai pembangunan objek wisata tersebut sangat besar sekali Dana nya bang. sedangkan yang dibangun tempat objek wisata tersebut hanya beberapa titik saja contoh nya pembangunan 1 monumen lambang burung Garuda, icon menumen Gula aren, tempat santai para wisatawan terbuat dari bambu sekitar 5 titik saja, setahu kami pembangunan atau pembuatan nya belum lama ini beres nya di kerjakan tempat santai yang terbuat dari bambu tersebut sudah Rusak semua tidak bisa dipakai lagi karena tiupan angin kencang , gimana tidak lokasi nya di atas perbukitan tempat angin menghempas
Kemudian akses menuju ke tempat objek wisata tersebut jalan nya sangat curam terjal sekali,.kalau pembangunan nya cuma habiskan anggaran 35 sampai 50 juta itu sudah lebih dari cukup. masyarakat juga memprotes dan menanyakan anggaran badan usaha milik desa (BUMdes) sebesar Rp 95.000.000, yang diduga tak luput dari korupsi, Setahu kami terkait poin, poin tersebut memang kami denger ada Dana nya bang, namun untuk pelaksanaan nya sampai sekarang ini kami tak mengetahui nya lagi.Dilokasi yang berbeda warga Dusun I blok 23 yang minta namanya tidak disebutkan mengungkap kan terkait item” Pembangunan drainase dusun 1 blok 23 Rp 54.980.000 dan Penggalian drainase dusun 1 blok 23 Rp 10.880.000.Terkait pembangunan tersebut benar ada pisiknya bang seperti penggalian dan pembangunannya, dibangunkan dengan volume Panjang sekitar 25 meter lebar nya sekitar 20 cm, dengan kedalaman 1 meteran, dengan pisik yang sudah dibangunkan jelas tidak sesuai dengan anggaran menghabiskan anggaran sebesar itu, saya pastikan anggaran nya lebih banyak yang di tilap oleh pak pekon kami.
Anggaran lain seperti Pemeliharaan Fasilitas pengelolaan sampah desa/pemukiman Penampungan bank sampah, petugas kebersihan lingkungan RTbtahap II Rp 11.875.000tahap III Rp 28.500.000 jumlah nya Rp 40.375.000,.Tambah pembangunan/rehabilitasi /peningkatan/ pengerasan jalan lingkungan pemukiman/gang (Pembangunan Rabat beton Dusun III blok 19) Rp 38.444.000, Selanjutnya, item Pembangunan pagar bata rapat tulang besi dan pilar TK-PKK Rp 28.410.000,,Memang nya di realisasi kan, bangunan bata yang terpasang sekitar Panjang keseluruhannya sekitar 12 meter, tingginya sekitar 1,5 M dan pagarnya terbuat dari tralis besi dan kalau hitungan biaya kan bisa dilihat panjang dan tingginya, untuk batu bata nya diperkirakan kan sekitar 5000 bata sudah lebih dari cukup, dan untuk semen dari bata merah sampai melaster sekitar 20 sak cukup, pengecata diperkirakan kan satu ember chat yang berukuran 12 kg lebih dari cukup,Biaya total keseluruhan nya 15 juta sudah termasuk ongkos tukang nya lebih dari cukup.
Lagi” masyarakat pun menanyakan kembali anggaran pada tahun 2022 dengan pagu Rp 807.350.000 dan anggaran nya digunakan seperti,Sekretariat satgas covid 19 tahap I Rp 23.269.000+ tahap II Rp 34.979.000+ tahap III Rp 35.723.927 total,bRp 93.971.927
Serta Penyiapan tempat cuci tangan dan pembersih cairan tangan Rp 17.289.000.
Tahun 2022 ke atas covid 19 sudah tidak ada lagi, kan sudah covid nya sudah enggak ada lagi masa pandemi nya pun sudah berahir kok masih saja dianggarkan lagi dana yang dikucurkan oleh Pemerintah pusat yang melalui kementrian keuangan (kemenku) anggaran begitu besar nya kemana habisnya, dugaan kami masyarakat pekon Gisting permai anggaran dikorupsi pak kakon dan laporan realisasi nya fiktip dan mark, up,.Selain itu Pembangunan jalan usaha tani (Rabat beton dusun II blok 30)
Rp 62.900.000 dan pembangunan Tembok penahan tanah dusun II blok 30) Rp 60.700.000, pembangunan Rabat beton yang berada di dusun II blok 30 memang ada,tapi tidak sesuai dengan spek ujar nya.Ditempat terpisah gunakan pemberitaan akurat dan berimbang Media mencoba mengkonfirmasi Kakon Gisting permai Sukamto, melalui Sambungan telepon seluler whatsapp selasa 27/01/2026 namun sampai diterbitkan nya berita ini yang bersangkutan tidak menjawab. (Tim/Tomi)







